
Memiliki latar belakang seorang atlet bulu tangkis era 1960-an, Amar Maryana. Cintanya tak pernah surut pada olah raga yang tergolong masih hijau di
“Kakak ipar saya yang pertama kali memperkenalkan squash. (Sejenak mengembalikan memorinya ke belakang) Kalau tidak salah pada tahun 1982, seiring dengan rencana pembangunan lapangan squash di sekitar kawasan Stadion Siliwangi (Bandung Squash Club),” ungkap Amar mengenang perkenalanya dengan olah raga ini.
Pernah suatu ketika Amar menyebar dan menempel pamplet pengumuman yang lebih cocok disebut ‘iklan’ bernada ajakan bermain squash pada beberapa sudut ruangan di GOR KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta. “Bukan satu atau dua kali saya melakukanya di GOR
Tapi pengalaman tersebut hanyalah satu dari sekian banyak pengalaman yang dialaminya saat memperkenalkan olah raga squash ke tengah masyarakat. Sebuah kenangan yang saat ini hanya bisa membuat pria yang cukup ramah ini tersenyum penuh kebanggaan.
Muncul kepuasaan tersendiri dalam batinya saat menyaksikan ketekunan dan keuletan sekitar 57 orang muridnya yang rata-rata masih berumur belasan tahun berlatih di Sekolah Squash Lodaya (SSL) yang didirikan atas prakarsa Amar dan beberapa rekanya pada 2005 lalu. “Pemandangan yang tak saya dapatkan dan tak pernah terlihat sebelum Sekolah Squash ini berdiri,” imbuhnya.(***)
Post a Comment